HomeUncategorizedCiri Khas Makanan Jepang

Ciri Khas Makanan Jepang

Makanan Jepang memang tampak beda dari yang lain, meski tidak semuanya aneh. Banyak juga menu yang menggunakan bahan umum dan agen judi dadu online disajikan biasa, seperti sushi, udon, sukiyaki, ramen, dan masih banyak lagi. Namun kekayaan bumi Jepang membuat orang-orang dulu gemar mengkreasikan makanan. Oleh sebab itu, bahan makanan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi hidangan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Masakan Jepang lebih banyak menggunakan sayuran dan ikan dibandingkan dengan daging merah. Walaupun ada beberapa menu yang memasak daging sapi, babi, dan sebagainya, orang Jepang tetap mengkombinasikan masakan tersebut dengan sayuran. Sedangkan salah satu alasan orang Jepang senang mengkonsumsi ikan karena negaranya banyak menghasilkan ikan dari segi jumlah dan jenisnya.

Memasak adalah proses yang sangat diperhatikan. Orang Jepang senang dengan cita rasa asli sehingga tidak menambahkan banyak bumbu pada masakannya. Cara mengolahnya pun lebih sering direbus dan dipanggang sehingga sayuran dan daging tetap terasa segar. Jarang sekali mereka menggoreng makanan dengan minyak. Walaupun digoreng hasil akhir hidangannya tidak menjadi berminyak

1. Koi no Arai

Ikan koi biasanya dianggap suci oleh orang Jepang, namun dalam hidangan ini justru dimakan dalam keadaan mentah. Koi no arai adalah menu masakan Jepang yang berisi ikan koi dan dimakan saat musim panas. Daging ikan koi diiris tipis, lalu dioleskan wasabi. Sebelum dimasukkan ke mulut, celupkan irisan daging ikan tersebut ke dalam shoyu. Menu koi no arai banyak ditemui di Narita, Chiba, dan Kyoto.

2. Shirako

Jika dilihat sekilas tampilannya seperti gumpalan usus atau otak sapi, namun sebenarnya shirako adalah kantung sperma dari ikan jantan yang masih mentah. Ikan yang digunakan untuk menu ini bisa ikan apa saja, meski biasanya menggunakan ikan cod, anglerfish, atau buntahan.

Tekstur makanannya lembut bahkan cenderung licin seperti gel. Begitu masuk ke dalam mulut kantung sperma ikan ini langsung meleleh seperti tahu. Cara mengolahnya bermacam-macam, ada yang direbus dengan gonzu dan kecap manis, digoreng sebagai tempura, atau dimakan bersama sushi.

3. Basashi

Hidangan ini berasal dari daging kuda yang dimakan mentah-mentah. Daging kuda dipotong kecil atau diiris tipis dan dimakan dengan saus miso, jahe parut, serta irisan daun bawang. Kalau baru pertama kali mencicipinya, lebih baik tanya ke pramusaji bagaimana cara memakannya.

Rumah makan yang menjual menu basashi banyak ditemui di kota Matsumoto. Mereka menawarkan daging kuda dalam bentuk tiga macam, yaitu daging merah, daging marbel (toro), dan lemak leher kuda (tategami). Bagi yang sudah pernah makan basashi mengungkapkan kalau hidangan ini tidak bau amis meski daging dalam keadaan mentah.

RELATED ARTICLES

Most Popular